PIDATO KETUA UMUM PARTAI HANURA


Setelah Membaca Pidato ini; Saya merasakan getaran-getaran Ketulusan, Kemurnian, Kesucian Niat dan Tekad  perjuangan didalamnya. Mari kita renungi setiap petikan kata berikut ini sebagai motivator sekaligus nasehat dan barometer tentang sejauh mana yang telah kita perbuat untuk Bangsa dan Negara kita tercinta ini.

PIDATO KETUA UMUM PARTAI HANURA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita sekalian.

Pada hari ini, bertepatan dengan peringatan berdirinya partai Hanura yang ke- VI, kita tidak merayakannya di gedung megah, atau dengan menggelar seminar dan acara seremonial lainnya. Saya sudah menginstrusikan untuk melakukan acara sederhana di Makam Pahlawan di seluruh pelosok Nusantara, dimana Partai Hanura berada. Tujuan utama adalah mengingatkan kembali kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya seluruh kader Partai Hanura. Bahwa kemerdekaan yang kita nikmati ini bukan sesuatu yang jatuh dari langit, namun atas pengorbanan para Pahlawan Bangsa. Mereka telah memberikan segenap jiwa dan raganya sebagai tumbal kemerdekaan. Tugas kita hanya tinggal melanjutakan perjuangan tersebut, yang tidak seberat tatkala mereka melawan penjajahan. Namun ternyata tugas itu belum dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Bangsa yang besar ini masih sering dilecehkan, dihina, dipermainkan oleh bangsa lain. Diantara kita juga masih saling menindas, memaki, menghina bahkan bertengkar satu sama lain. Kekuatan utama sebagai bangsa, yakni kebersamaan memudar tanpa kita sadari.

Itu semua terjadi karena kita telah kehilangan kompas kebenaran, kita kehilangan kemuliaan sebagai bangsa yang agamis, kita tidak lagi menggunakan pertimbangan hati nurani, yang secara kodrati merupakan sumber kekuatan akhlak dan moral. Yang muncul adalah nafsu keserakahan, untuk mengejar keuntungan dan kenikmatan, dengan jalan yang melanggar hukum dan adat kebiasaan kita. Para pemimpin yang seharusnya menjadi contoh dan tauladan bagi kebaikan, justru banyak yang mendemonstrasikan keburukan, pengingkaran dan kejahatan tanpa malu-malu lagi.

Sudah saatnya itu semua harus dihentikan, harus ada perubahan menuju kembalinya akhlak dan moral kita sebagai bangsa, yang dipelopori oleh para pemimpin. Maka pada hari ini, saya mengajak semua kader partai Hanura, yang telah bertekad untuk menjadi calon pemimpin bangsa kedepan, untuk meneguhkan tekadnya itu. Saya minta kita semua, tidak terkecuali untuk menghayati dan menyerap hakekat perjuangan pahlawan, selanjutnya bersumpah di depan makam mereka secara bersungguh-sungguh, dengan pernyataan : “Kami segenap kader Hanura, tak kan khianat, hidup dan mati untuk rakyat”.

Berbekal sumpah itu, saya yakin saudara-saudara para kader Hanura, akan dituntun oleh yang Mahakuasa menuju jalan yang benar, menjadi contoh pemimpin masa depan yang disegani, dan akan membawa bangsa ini Berjaya kembali. Buktikan bahwa sebagai kader Hati Nurani saudara-saudara melaksanakan lima prinsip perjuangan partai yaitu : Ketaqwaan, kebersamaan, kemandirian, kerakyatan dan kesederhanaan, dimanapun saudara-saudara bertugas dan berada. Selamat berjuang semoga Tuhan Yang Mahakuasa selalu memberkati kita, Amin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh.

When to Expect Result from Link Building?

This entry was posted in Berita, Polhukam and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s